artikel/cerita/lain-lain
Angin Kencang Landa Kota Pacitan
Siang itu,Senin 7 Januari 2008, seperti biasanya aku bersih-bersih dan merapikan peralatan yang baru selesai dipakai ulangan semester kelasnya Pak Arwin. Karena sudah …..masuk waktu sholat Dhuhur, maka tugas merapikan peralatan kuhentikan sebentar, aku menuju musholla untuk sholat. Namun karena musholla dipakai anak-anak OSIS rapat, maka aku hanya wudlu saja, kemudian kembali menuju Lab. Multi Media untuk sholat di sana. Sebelum sampai Lab. Multi Media, kusempatkan mengunci Lab. TI 2, biar nanti pulang ndak kerepotan ngunci dulu. Sampai di Lab. MM, aku langsung sholat dhuhur. Pada saat sholat itu, hujan mulai turun. Awalnya hanya gerimis saja, namun lama kelamaan hujan mulai turun dengan derasnya. Kemudian tak lama berselang, hujan mulai disertai angin kencang. Waktu itu posisiku berada di dalam Lab. MM melanjutkan kerjaanku, rasanya hujan angin yang berlangsung di luar seperti mau merobohkan gedung. Air hujan sepertinya sebesar kelereng, jatuh di genteng suaranya seperti genteng dilempari ratusan kerikil dari luar. Belum lagi suara angin yang menderu-deru, suaranya seperti badai. Air hujan sampai menerpa jendela atas lab. MM, bahkan hampir masuk ke dalam ruangan melalui celah pintu. Sudah kondisi hujan dan angin seperti itu, masih diperparah dengan petir yang menggelegar. Listrik sempat padam selama beberapa menit, namun langsung nyala lagi. Tidak mau ambil resiko, aku langsung mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik, termasuk Router dan kamera ruangan. Aku takut gedungnya terkena sambaran petir, karena gedung Lab. Multi Media yang berada di lantai dua ini tidak dilengkapi dengan penangkal petir. Kondisi ini berlangsung selama beberapa puluh menit, akhirnya reda. Kemudian aku ngecek ke luar, melihat kondisi di luar. Air hujan udah membasahi bahkan sampai menggenang di lantai teras Lab. MM, bahkan kaca-kacanya juga sudah sangat basah terkena air hujan. Untungnya air tidak masuk ke ruangan, kalau sampai masuk, aku jadi tambah kerjaan untuk ngepel dan membersihkan ruangan lagi. Cape’ deeeh……….
Speedy Kecepatan TINGGI ( tinggi-tinggi sekali ), Macet-Macet ?
Pagi ini, Selasa 8 Januari 2008, seperti biasa setelah nyampai sekolah, aku langsung menuju Lab. Multi Media tempatku nongkrong eh tempat kerja. Sampai di atas, seperti biasa juga, aku harus melewati serangkaian detector pengaman untuk masuk ke ruangan Lab. MM, mulai dari periksa kerapian, periksa detector logam, sampai periksa kesehatan ( kayak di pilem-pilem aja, he..he..he.. ). Setelah melalui berbagai proses yang sangat melelahkan tersebut, akhirnya aku dapat masuk ruangan. Sesampai di dalam, aku langsung menyalakan computer Teacher, dan kemudian computer server, termasuk mengecek CCTV yang juga kupasang. Sambil menyalakan semua itu, aku menyapu lantai sampai luar bawah. Setelah selesai nyapu, aku kembali ke ruang server untuk menyalakan Speedy sang Kecepatan tinggi ( kata spanduknya Speedy yang dipasang di depan ). Tapi baru beberapa detik kunyalakan, eeh DSLnya mati. Aku lihat ke status modemnya, ternyata yang down gentian, kadang DSLnya, kadang Internetnya. Kupikir-pikir adil juga ya ngaturnya, kok mati aja pake gentian. Tapi Kupikir-pikir juga aku jadi bingung, Katanya Internet kecepatan tinggi, kok mati-mati ( baca : sekarat,red ) terus ya, apa karena saking tingginya kecepatannya sampai remnya blong, jadi kebablasan trus mundur lagi, jalan lagi, kebablasan lagi, mundur lagi, begitu seterusnya sampai aku sendiri lelah nunggu stabilnya untuk internetan. Wah, kalo begini sih, mending pake yang kecepatannya ga’ tinggi-tinggi sekali, tapi tetep stabil buat ngenet. Kalo dipake’ pelajaran ya bisa botak gurune,he..he..he..he……